TAOYUAN, TAIWAN – Tim Pengabdian Masyarakat Comdev Equity Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menyelenggarakan program penguatan kapasitas bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 8 Maret 2026, bertempat di National Central University (NCU), Taiwan ini memfokuskan pada transformasi kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk konten digital.


Gambar 1. Ricky Kurniawan, M.Ed, koordinator akademik PKBM PPI Taiwan membuka kegiatan pelatihan offline atau pelatihan ketiga Comdev Equity UNS bersama PKBM PPI Taiwan

Kegiatan pengabdian dibuka oleh Ricky Kurniawan, M.Ed selaku koordinator akademik PKBM PPI Taiwan. Peserta pelatihan ini berjumlah 29 orang yang mana mereka tersebar dari berbagai daerah. Ada peserta yang berasal dari Taiwan Selatan dan harus menggunakan kereta selama 2,5 jam.  Kemudian banyak peserta lainnya yang berasal dari sekitar Taipei dan selatannya menggunakan kereta lebih dari 1 jam untuk sampai tempat pelatihan. Mereka semua sangat antusias.

Dalam sesi pertama, Prof. Dr. Sri Marmoah dari FKIP UNS menyampaikan materi mengenai “Manajemen Diri, Motivasi, dan Transformasi Kewirausahaan Digital”. Ia menekankan pentingnya bagi PMI untuk mulai merencanakan masa depan melalui kemandirian ekonomi. “Pekerja migran adalah aset bangsa yang luar biasa. Dengan manajemen diri yang tepat, mereka bisa bertransformasi menjadi pengusaha digital yang sukses,” ungkap Prof. Marmoah.

 

 

 

 

Gambar 2. Prof. Dr. Sri Marmoah mengisi sesi pertama terkait Manajemen Diri, Motivasi dan Kewirausahaan Digital

Memasuki sesi kedua, Dimas Adika, M.Hum dari SV UNS memberikan pemaparan mendalam mengenai strategi konten. Sebelum memperkenalkan teknologi AI, Dimas secara khusus mengulas teknik copywriting secara manual. Ia menekankan bahwa peserta harus memahami fondasi dasar penulisan copywriting seperti pemahaman target audiens dan penyusunan pesan yang persuasive sebelum menggunakan alat bantu digital.

“Teknologi hanya bekerja maksimal jika kita memahami fondasinya. Peserta harus tahu cara membangun narasi dan daya tarik pesan secara manual terlebih dahulu, sehingga saat menggunakan alat bantu seperti NotebookLM, AI tersebut benar-benar menjadi penguat ide, bukan pengganti kreativitas,” jelas Dimas Adika di hadapan para peserta.

 

 

 

 

 

Gambar 3. Dimas Adika S.Pd., M.Hum mengisi materi terkait pembuatan copywriting secara manual dan penggunaan notebookLM untuk kewirausahaan digital

Setelah fondasi copywriting dikuasai, Dimas kemudian mendemonstrasikan pemanfaatan NotebookLM untuk mempercepat proses riset dan pengembangan konten. Para peserta diajak melakukan praktik langsung menggunakan laptop dan smartphone untuk mengolah foto produk menjadi materi pemasaran yang profesional. Melalui program ini, Tim Comdev Equity UNS berharap para pekerja migran memiliki bekal soft skill dan teknologi yang mumpuni untuk membangun ekosistem wirausaha di masa depan.

 

 

 

 

 

Gambar 4. Beberapa peserta bersama tim Pengabdi comdev equity UNS

 

Comments

More Posts You May Find Interesting