Tim PKMI Universitas Sebelas Maret (UNS) gelar seri diskusi membangun hubungan harmonis dengan NLP dan MBTI bersama Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Kegiatan ini bertajuk “Seri Diskusi 2 PKMI UNS: Pelatihan Komunikasi Efektif untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) Taiwan untuk Membangun Hubungan Harmonis dengan NLP dan MBTI”. Kegiatan seri diskusi ini dilaksanakan pada Sabtu (10/05/2025) melalui Zoom Cloud Meeting.

Tim dosen UNS yang terlibat pada kegiatan ini berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris, dan D-3 Teknik Mesin. Tim dosen yang tergabung yaitu Prof. Dr. Sri Marmoah, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim dan Dimas Adika, S.Pd., M.Hum., serta Dr. Sri Haryati, S.Pd., M.Pd. sebagai anggota pengabdian.

Kegiatan seri diskusi kedua ini berfokus pada teknik membangun hubungan harmonis dengan NLP dan MBTI. Penyampaian materi tentang “Membangun Hubungan Harmonis dengan NLP” disampaikan langsung oleh Dr. Sri Haryati, S.Pd., M.Pd. Adapun materi tentang “Do You Know Who You Are? Unlocking MBTI for Better Communication at Work and Friendship” disampaikan oleh Dimas Adika, S.Pd., M.Hum.

Dr. Sri Haryati, S.Pd., M.Pd. menekankan bahwa dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling percaya antara dua orang, kita harus menyesuaikan gaya komunikasi, bahasa tubuh, dan nada suara secara halus agar tercipta kenyamanan saat berkomunikasi dan berinteraksi. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan strategi building raport pada teknik NLP.

Adapun Dimas Adika, S.Pd., M.Hum. menekankan bahwa implementasi MBTI di tempat kerja mampu meningkatkan komunikasi dan interaksi sosial dengan rekan kerja. Hal ini dapat memperkuat hubungan antar individu dan membantu mereka bekerja lebih efisien. Dengan mengenali dan memahami perbedaan dalam tipe kepribadian, baik di tempat kerja maupun dalam hubungan pertemanan, komunikasi menjadi lebih lancar, mengurangi kesalahpahaman, dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis.

 

 

Respon positif terdapat pada kegiatan seri diskusi ini. Banyak peserta yaitu PMI Taiwan yang antusias untuk bertanya tentang permasalahan kepribadian mereka dengan rekan kerjanya. Kemudian, mereka juga berkonsultasi strategi NLP apa yang tepat ketika menghadapi rekan kerja dan atasan yang berbeda kepribadian dengan mereka. Winarsih selaku salah satu PMI di Taiwan menyampaikan bahwa, “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami PMI di Taiwan. Melalui teknik NLP dan MBTI mampu memberikan pemahaman kepada kita bahwa teknik komunikasi yang baik dan memahami kepribadian lawan bicara mampu meningkatkan hubungan yang harmonis saat bekerja”.

Melalui kegiatan ini, tim PKMI UNS berharap dapat memberikan dampak positif bagi PMI sebagai bekal komunikasi yang baik saat bersama rekan maupun atasan. Selain itu, juga sebagai bekal hidup di lintas budaya dan bahasa di Taiwan. Hal ini sesuai dengan prinsip SDGs 8: Decent Work and Economic Growth karena proram ini mampu memberikan pemahaman kepada PMI bahwa hubungan harmonis di lingkungan kerja melalui NLP & MBTI dapat berkontribusi pada kesejahteraan dan produktivitas PMI. Kemudian, program ini juga sesuai dengan SDGs 4: Quality Education karena program ini memberikan edukasi informal yang mampu meningkatkan kemampuan sosial dan emosional PMI.

Comments

More Posts You May Find Interesting